Thursday, February 23, 2012

A. PERANAN PEREMPUAN DALAM SEJARAH ISLAM



  1. Peranan perempuan dalam Sejarah Islam
Semenjak hari pertama Rasulullah menampakkan dakwah, laki-laki dan wanita memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu tanggung jawab yang dibebankan ke pundak wanita. Para sahabat wanita tidak ketinggalan ambil peranan dalam hijrah Rasulullah SAW. Kehadiran mereka tanpak jelas di setiap periode dan momentum yang kecil sekalipun. Diantara contohnya ialah: Raqiqah binti Abi Syaify bin Hasyim. Dialah yang memperingatkan Rasulullah SAW tentang rencana-rencana orang musyrik. Dia berkata kepada beliau, “Sesungguhnya orang-orang Quraisy telah berkumpul untuk menghabisimu di tengah malam.”
Kita bisa membayangkan apa dan bagaimana yang di lakukan wanita itu, padahal umurnya mendekati seratus tahun, di samping dia tidak leluasa dari pengawasan anaknya, Makhramah yang masih terhitung kerabat beliau.
Diantara mereka ada yang berasal dari Bani Hasyim, Bani Umayyah, Bani Makhzum, Bani Taim bin Murrah, Bani Sahm bin Amr, Bani Ady bin Ka’b, Bani Amir bin Lu’ay, bahkan di antara mereka ada yang berasal dari luar wanita Arab, seperti Asma binti Umais Al-Khats’amiyah, Ummu Ruman dan Lubabah binti Al-Harits serta Ummu Fadhl. 
Di dalam sejarah disebutkan riwayat yang mengagumkan, menjelaskan secara gamblang sejauh mana keikutsertaan dan rekrutmen yang dihadapkan para wanita Muslimah selama perang penaklukkan. Rabi’ binti Mu’awwidz berkata, “Kami pernah ikut berperang bersama Nabi Muhammad SAW. Kami memberi minum kepada para mujahidin, melayani keperluan mereka, serta membawa para syuhada dan orang-orang yang terluka ke Madinah.”
Shafiyyah, putri Abdul Muthalib, menggambarkan bagaimana dia melihat orang Yahudi yang mengitari benteng kaum muslim. Karena Bani Quraizhah telah memutuskan perjanjian yang telah disepakati antara mereka dan kaum muslim, dan hendak memerangi kaum muslim, tidak ada orang yang menjaga mereka dari orang Yahudi tersebut, karena Rasulullah dan para sahabat sibuk menghalau musuh. Sementara, Hassan bin Tsabit yang telah diperintahkan untuk membunuh orang Yahudi tersebut tidak mampu menghadapinya. Mendengar jawaban itu dia (Shafiyyah) langsung mengikatkan kain di seputar pinggangnya, mengambil tongkat, turun keluar benteng dan memukul laki-laki Yahudi itu sampai tewas.
Di dalam dunia Islam, Aisyah putri Abu Bakar, dikenal sebagai perempuan yang sangat cerdas, dia meriwayatkan kira-kira 2210 hadits Nabi dan dengan bakatnya yang luar biasa, mampu merumuskan hukum dari hadits-hadits tersebut. Tidak kurang dari seperempat keputusan syariat berasal dari hadits-hadits yang diriwayatkannya.
Dan masih banyak perempuan-perempuan yang terlibat dalam aktifitas pergerakan dan sosial Islam dalam sejarah yang tak dapat di sebutkan satu-persatu.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment